Membahas Sejarah Lahirnya Domino

0
56

depositpulsagratis.com – Domino diperkirakan berasal dari negara Tiongkok. Sebenarnya, fakta ditemukannya permainan domino masih tidak jelas. Namun, beberaoa sejarawan memperkirakan domino berasal dari Keung T’ai Kung pada abad ke – 21. Sedangkan, ada catatan lain yang menunjukan bahwa penemunya adalah Hung Ming (181 – 234M). Ia menciptakan permainan domino agar prajuritnya tetap terjga adi malam hari sembari mengawasi musuh.

Baca Juga ARtikel Mengenai Membahas Lebih Dalam Permainan Domino

Seorang pria bernama Zhou Mi menulis tentang permainan tertua yang diketahui berasal dari Tiongkok selama Dinasti Yuan. Ia menuliskan dalam teks yang berjudul Former Events in Wulin antara tahun 1232 hingga 1298. Di dalam tulisan tersebut, ia menyebut ‘pupai’ (domino) dan dadu sebagai barang yang dijual oleh penjaja selama masa pemerintahan Kaisar Xiaozong antara tahun 1162-1189. Bukti lainnya adalah tulisan berjudul Encyclopedia of a Myriad of Treasures yang dibuat oleh Zhang Pu.

 

Ia menuliskan bahwa permainan ini melibatkan tentang peletakan pupai atau kartu. Dijelaskan bahwa permainan ini memiliki 32 set kartu domino tradisional, yang berbeda dengan 28 set dari Barat yang dibuat pada pertengahan abad ke-18.

 

Ubin domino jelas merupakan warisan Tiongkok dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Tetapi, sejarawan masih silang pendapat mengenai kapan domino masuk ke Eropa. Mengutip dari Pagat.com, domino ditemukan dengan puing-puing Mary Rose di awal abad ke-16. Sedangkan, menurut Michael Dummett (salah satu penulis buku Game of Tarot), kartu domino pertama kali dikenalkan di Italia pada abad ke-18, tepatnya di Venesia atau Napoli. Kemudian, domino menyebar dari Italia ke Prancis dan menjadi tren di negara tersebut. Lalu, pada akhir abad ke-18, domino tiba di Inggris (kemungkinan lewat tawanan perang Prancis) dan langsung menjadi populer di penginapan atau bar pada saat itu.

 

Meski ditemukan di Tiongkok, nyatanya nama permainan ini diambil dari bahasa Latin. Namanya diambil dari “dominus” yang berarti tuan rumah. Sedangkan, dalam bahasa Prancis, “domino” memiliki arti tudung hitam dan putih yang dikenakan oleh pendeta Kristen di musim dingin. Diperkirakan, kata ini dipilih karena ubin domino yang orisinal berwarna putih dengan titik hitam di atasnya.

 

Walaupun ubinnya mirip dengan set domino tradisional Eropa, ada perbedaan mencolok pada domino Tiongkok. Melansir dari Uber Games, domino Tiongkok lebih pendek dari domino tradisional Eropa. Selain itu, domino Tiongkok memiliki pips (titik atau bintik) yang menjorok dalam dua warna berbeda. Dalam bahasa Kanton, permainan ini disebut gwāt pái yang artinya ubin tulang. Sedangkan, domino Eropa berbentuk persegi panjang yang panjangnya dua kali lipat lebarnya. Mengutip Latin Touch, set domino Sino-Eropa tradisional terdiri dari 28 kartu domino yang bisa dimainkan dengan berbagai variasi.

 

Domino dan dadu sepintas tampak mirip, walau yang satu berbentuk seperti papan dan satunya seperti kubus. Ternyata, domino memang sering disebut sebagai “keturunan langsung” dari dadu bersisi enam. Usia dadu jauh lebih tua dari domino. Melansir Awesome Dice, dadu tertua yang telah terkonfirmasi ditemukan di situs penggalian di Turki 3000 SM. Dadu ini ditemukan terkubur bersama bidak permainan lainnya.

 

Berabad-abad setelah diciptakan, kini domino telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Melansir Uber Games, domino sangat populer di Spanyol, Karibia, dan negara Amerika Latin lainnya. Bahkan, turnamen domino sering ditayangkan di televisi dan dijadikan ajang untuk taruhan. Dan berkat kemajuan teknologi, kita bisa bermain domino secara online dengan orang asing di internet atau melawan artificial intelligence (AI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here