Perjalanan Team OG Menjadi Raja Dota 2

15
98

depositpulsagratis.com – Team OG adalah salah satu team esports dari Eropa yang paling terkenal di dunia, terutama dalam dunia game Dota 2. Dota 2 adalah salah satu game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang dikembangkan dan dirilis oleh Valve. Dalam game MOBA, umumnya terdapat 2 tim yang bertanding dan biasanya tiap tim beranggotakan 5 orang. Dalam 3 tahun terakhir ini, Team OG sedang berada pada puncak performa dan popularitas mereka karena telah memenangkan turnamen Dota 2 paling bergengsi sedunia, yakni The International (disingkat TI). Penasaran dengan kisah perjalanan Team OG? Yuk kita simak bersama!

Team OG pada awal pembentukannya di tahun 2015 bernama Monkey Business (ini serius lho!) yang beranggotakan Notail, Fly, Miracle, Crit dan MoonMeander. Sebagai underdog, team ini belum menunjukkan performa yang mendominasi pada turnamen-turnamen kecil awalnya. Awal mula kenaikan team OG dimulai pada Frankfurt Major yang diselenggarakan oleh Valve sendiri pada tahun 2015. Turnamen Major termasuk turnamen dengan prize pool yang sangat tinggi dan bergengsi. Biasanya dalam turnamen inilah akan terlihat tim manakah yang berpotensi mengikuti The International dan memenangkannya. Pada final turnamen tersebut, Team OG berhasil mengalahkan Team Secret (yang pada saat itu merupakan tim yang kuat dan tak terkalahkan) dan memenangkan hadiah sebesar 1,11 juta dolar! Tetapi tidak lama setelah itu, pada turnamen The Summit 4, Team OG hanya berhasil meraih peringkat 4 dan pada turnamen Shanghai Major, performa Team OG menurun drastis dan hanya menempati ranking 7-8. Hal ini membuat para fans sempat meragukan keahlian Team OG.

Pada tahun 2016, sempat terjadi banyak perubahan pada roster anggota Team OG, menyebabkan performa tim ini lebih menurun lagi dan tenggelam di antara tim-tim besar Eropa lainnya. Terlepas dari hal itu, Team OG tetap berhasil memenangkan turnamen Manila Major dan mengamankan slot mereka untuk bertanding di TI6 setelah kembali memenangkan turnamen ESL One Frankfurt. Tetapi lagi-lagi Team OG mengalami kekalahan yang berat dan terpaksa di eliminasi hanya beberapa hari setelah turnamen TI6 dimulai. Miracle, Crit dan MoonMeander memutuskan untuk pamit dan Jerax, S4 dan Ana lah yang mengisi posisi kosong Team OG. Keputusan Miracle, Crit dan MoonMeander menurut 7ckingmad terjadi karena adanya konflik internal dalam tim tersebut. Turnamen TI6 kemudian dimenangkan oleh salah satu underdog dari negara Tiongkok: Wings Gaming. Wings Gaming terkenal akan sifatnya yang sangat acak dalam memilih heroes, hal ini menyebabkan lawannya kesulitan untuk mencari titik lemah permainan dan strategi tim tersebut.Tidak putus asa, Notail selaku kapten tim tetap berusaha dan berkreasi dalam menciptakan strategi-strategi atau meta baru dan mencoba mempelajari permainan atau strategi Wings Gaming. Hal inilah yang mendongkrak performa Team OG sehingga mendominasi segala turnamen.

Team OG kemudian memenangkan berbagai turnamen-turnamen besar seperti The Boston Major 2016 dan Kiev Major 2017, menyebabkan tim ini dijuluki King of the Major. Tetapi kegigihan Team OG masih tidak cukup untuk memenangkan TI. Konflik internal lagi-lagi terjadi antara Fly dan Notail. Fly memutuskan untuk langsung pamit. Setelah scouting, strategi, perencanaan yang matang, Team OG akhirnya memiliki roster anggota yang lebih stabil: Ana, Topson, Ceb, Jerak dan Notail. Kelima anggota ini lah yang memiliki kolaborasi dan kerjasama yang belum pernah terlihat dalam sejarah Dota 2. Performa Team OG langsung meroket dan memenangkan TI8 dan TI9 mendominasi tim lainnya. Team OG menjadi tim pertama yang memenangkan turnamen TI dua kali secara berturut-turut. Banyak pemain ataupun komentator berpendapat bahwa Team OG telah mengadopsi strategi Wings Gaming dan menjadi lebih acak dan sulit di prediksi. Semua ini berkat kejeniusan Notail dan Ceb dalam memformulasikan intisari dari game Dota 2 dan juga kerjasama tim membuat Team OG tak terkalahkan.

Kini, telah terjadi perubahan pada roster Team OG, yakni Ana dan Jerax memutuskan untuk pensiun dari Dota 2. Posisi yang kosong diisi oleh Sumail dan Saksa. Dalam segi kualifikasi TI10 (yang diadakan pada akhir tahun 2021 karena pandemi COVID-19), Team OG sempat kewalahan dalam melawan Team Tundra (yang juga merupakan team yang sangat kuat), tetapi tetap berhasil mengalahkan Team Tundra dengan skor 3-2 dan mendapatkan slot untuk TI10. Apakah Team OG akan dieliminasi oleh tim-tim kuat lainnya seperti PSG.LGD, Elephant, Secret, EG dan VirtusPro? Atau apakah Team OG akan mencetak sejarah baru dan menjadi tim pertama yang memenangkan turnamen TI secara tiga kali secara berturut-turut dan mempertahankan gelar King of Dota 2? Mari kita saksikan bersama turnamen ini yang akan dimulai pada tanggal 7 Oktober 2021!

15 COMMENTS

  1. This design is steller! You obviously know how to keep a reader entertained.
    Between your wit and your videos, I was
    almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Excellent job.

    I really loved what you had to say, and more than that, how you presented it.

    Too cool!

  2. This is very interesting, You are a very professional
    blogger. I’ve joined your feed and stay up for in search of
    more of your wonderful post. Additionally, I have shared
    your site in my social networks

  3. Thank you for every other great article. Where else could anyone get
    that kind of info in such a perfect approach of writing?
    I have a presentation subsequent week, and I am
    at the look for such information.

  4. Excellent beat ! I would like to apprentice while you amend your site, how could i subscribe for a blog
    web site? The account aided me a acceptable deal. I had been tiny
    bit acquainted of this your broadcast offered bright clear
    concept

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here